Info Liga Italia

Tertunda Lagi, Akankah Penjualan Milan Benar-Benar Terwujud?

AC Milan telah mengumumkan bahwa pertemuan pemilik bersama klub akan dilaksansakan pada Jum’at (3/3) ini yang berarti penutupan transaksi akan kembali tertunda, dan jelang momen besar ini, banyak yang mulai meragukan terwujudnya hari tersebut.

Setelah tahun lalu kedua belah pihak sepakat untuk menunda transaksi, perusahaan yang memegang kepemilikian AC Milan milik keluarga Silvio Berlusconi, Fininvest dan kelompok investor Tiongkok, Sino-Europe Sports telah menjadwalkan bahwa pertemuan untuk penutupan transaksi yang seharusnya dilaksanakan hari ini (1/3), akan jatuh pada hari Jum’at, 3 Maret 2017.

Acara tersebut merupakan bentuk formalitas penyerahan 99.93% saham klub yang dibeli Berlusconi 30 tahun lalu. Konsorsium Tiongkok telah menyetujui membayar 740 juta euro berikut hutang-hutang klub, dan akan menghabiskan 350 juta euro selama tiga tahun untuk meningkatkan kekuatan klub.

Dan rencananya, konferensi pers resmi untuk mengumumkan finalisasi transaksi diperkirakan akan dilakukan keesokan harinya.

Berlusconi sendiri telah lama berupaya menjual klub kesayangannya ini, dan roda investasi keluarga sudah melakukan negosiasi dengan Sino-Europe Sports sejak bulan Juli lalu. Sejak saat itu, perusahaan tengah melakukan analisis mendetail tentang kondisi finansial klub.

Masalah keuangan membuat prestasi AC Milan menurun

Kesulitan keuangan membuat Rossoneri mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir, meninggalkan skuat tangguh yang memenangkan Liga Champions pada tahun 2007. Mereka gagal mencari pengganti bintang-bintang besar seperti Andriy Shevchenko, Gennaro Gattuso, dan Alessandro Nesta, serta kesulitan bersaing di bursa transfer.

Jika transaksi benar-benar terlaksana, kelompok investor Tiongkok akan memegang sebagian besar kepemilikan duo klub Milan, menyusul tahun lalu, Suning telah mengambil alih klub rival sekota, Inter Milan.

Dan kini, setelah kembali tertunda, jelang hari yang dinanti-nanti tersebut, banyak pihak yang mulai meragukan apakah transaksi tersebut benar-benar akan terjadi.